oleh

Proyek Pengendalian Banjir di Sungai Bottoe Barru Diduga Gunakan Material Ilegal.

-Barru-177 views

Jurnalsatu.com BARRU–Proyek Pembagunan Pengendalian Banjir dan Perkuatan Tebing Sungai Bottoe Desa Lipukasi Kecamatan Tanete Rilau  Kabupaten Barru yang dikerjakan oleh PT Putra Mayapada, menuai sorotan.

Sebab material Batu yang digunakan pada proyek tersebut diduga sebagian ilegal alias tidak memiliki izin tambang galian C.

Menurut koordinator YBH Kompak Indonesia Harisman mengatakan bahwa izin yang seharusx dipergunakan adalah izin komoditas batuan dan tanah urug/batu gambing.

Selain itu, dirinya menduga bahwa Batu yang digunakan proyek tersebut itu berasal dari Bottolai Tompo dan jln.H Mahmud Sewang Keluran Coppo menggunakan exscavator yang diduga tanpa kantongi izin.

“Jadi, ketika kontraktor pelaksana kegiatan menggunakan material ilegal,dan kuat dugaan merugikan keuangan Negara karena tidak memiliki Izin Galian tambang C,”kata Harisman.

Dengan demikian,selaku Pemerhati dirinya meminta kepada Aparat Penegak Hukum dan Dinas terkait menindak tegas kegiatan,dalam hal ini untuk turun melakukan investigasi ke lokasi tersebut.

Perlu diketahui, pelaksana proyek tersebut yakni PT Putra Mayapada, dengan nilai kontrak Rp.6.503.486.848,27 yang bersumber dari Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2021.

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari kontraktor pelaksana tersebut, namun wartawan media ini terus melakukan konfirmasi dan klarifikasi,guna untuk pemberitaan selanjutnya.

Laporan:Asridal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed