oleh

Polisi Di Nilai Sangat Lamban Usut Kematian Lenni Suryana.

Jurnalsatu.com Soppeng-Penanganan kasus kematian Lenni Suryana seorang tenaga kesehatan(Nakes)di Puskesmas Pacongkang Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng di nilai sangat lamban. 

Hal itu diungkapkan orang tua korban  melalui kuasa hukumnya Abdul Rasyid Jum’at 26/3/2021.

Kendati demikian, penasehat hukum dan orang tua korban berinisiatif mendatangi Subbid Dokpol Biddokes Polda Sulsel.

“Ia kami datang untuk memastikan progres pemeriksaan Tes DNA pembanding yang telah dikirim oleh Subbid Dokpol Biddokes Polda Sulsel ke Laboratorium Biddokpol Pusdikkes Polri Cipinang Jakarta Timur,”Kata Abdul Rasyid. 

Alhasil menurut Abdul Rasyid , berdasarkan keterangan Subbid Dokpol Polda Sulsel jika hasilnya akan dikirim pada Senin 29/3/2021 mendatang oleh Pusdikkes Polri Cipinang Jakarta Timur. 

“Kami berharap setelah adanya hasil tes DNA penyidik Polres Soppeng langsung menggelar perkara dan segera meningkatkan status lidik menjadi sidik dan menetapkan tersangkanya,”Pintah Abdul Rasyid. 

Sementara itu,ibu korban Nurlina sangat berharap agar nama baik keluarganya segera dipulihkan.Karena berdasarkan hasil otopsi yang dilihat dan dibacanya anaknya meninggal bukan karena bunuh diri, namun dibunuh.

“Olehnya itu, saya selaku ibu yang telah melahirkan korban, tidak bosan bosannya bertanya dan mohon keadilan,”Urai Nurlina dengan penuh harap.

Sebagaimana diketahui bersama peristiwa kematian Lenni Suryana (28) terjadi di Caccaleppeng Kelurahan Jennae Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng pada 10 Oktober 2020 lalu.

Laporan:Asdi

Jurnal Satu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed